Tongkat meraba-raba segala yang bergesekan dengannya sebagai
pesuruh tangan Besty. “Mereka berdua membuatku gila dengan tindakan memalukan
ini!” Besty merasa jujur tidak cukup tahan dengan apa yang tengah dilakukan. Selanjutnya
dia berpikir, apakah dia terlalu polos atau karena memang dia bodoh? Besty
sebenarnya bisa berpikir seperti itu. Tetapi kemudian dengan yang dilakukannya?
Apa namanya jika bukan kekonyolan? Kekanak-kanakan? Ataukah benar seperti yang
terakhir dikatakannya? Memalukan?
“ERIC...ERIC...ERIC.....!!!”
“ADUHH!!!” Tongkat Besty terpental karena seorang wanita yang
terburu-buru berlawanan arah jalan menabraknya.
“Maafkan aku. Maaf, aku tidak sengaja.”
“Seharusnya Anda berhati-hati! Jika Anda begitu, maka Anda tidak
akan pernah mengatakannya.”
“Maaf, maafkan aku.” Wanita itu mencoba menyambar tongkat yang dia
rasa telah terjatuh karenanya. “Ini milik Anda? Maafkan aku. Seharusnya aku
lebih berhati-hati.” Lalu dia berikan tongkat Besty. “Apa Anda ingin aku mengantarkan
Anda ke suatu tempat?”
“Tidak. Sepertinya ini terjadi karena sesuatu yang mendesak. Jadi
tidak perlu.” Besty memilih tidak jadi melakukan apa yang tadinya ingin dia
lakukan. “Oh iya. Lain kali Anda harus melihat apakah ada orang buta di sekitar
Anda berjalan!”
●●●
Di kafe ‘coklat chox’, Besty janji bertemu dengan temannya.
“Renny, Renny. Andaikan kau
bisa melihatku, maka kau akan tahu bagaimana ekspresi menyedihkan dari wajahku.
Gara-gara semua fans genit itu!”
“Apa perlunya? Terdengar tidak penting!”
“Jadi menurutmu tidak penting melihatku?! Kau pikir karena ide
siapa aku seperti ini?”
“Tidak tahan ya melakukannya?”
“Apakah aku harus menjawab??? Tidak bisakah kau melihat...eh, maaf.
Tidak bisakah kau mendengar kata-kataku?! Bukankah aku terdengar payah?!”
“Padahal setahuku ini baru yang kedua kali.”
“Kedua kali saja terasa menguntungkan bagiku karena Eric masih jumpa
fans di kota ini meskipun tempatnya berbeda. Kalau tidak? Selesailah
aku.”
“Salahmu sendiri mau saja jadi pacar personil boyband seperti
dia! Apa kau percaya bahwa dia tidak akan menyembunyikanmu selamanya?”
“Tapi aku tidak tahan berdiam diri terus. Bagaimana jika dia
berniat menghianatiku? Jangan-jangan dia menemukan gadis lain, Ren? Anggota girlband
yang pernah sepanggung dengannya mungkin? Atau seorang aktris?”
“Dari kata-katamu terdengar kau tidak mempercayainya, Best. Kenapa
kau tidak memutuskan dia saja?”
“Whoa! Apa yang kau katakan? Keterlaluan. Apa ini yang
dikatakan oleh orang yang berniat membantuku?”
“Jika aku di posisimu, aku mungkin mudah bagi seorang Eric. Dia
ingin mencari gadis lain atau tidak aku tidak akan tahu. Mungkin aku pun akan
lebih tidak percaya kepadanya dibandingkan denganmu. Kenapa? Karena aku tidak
bisa melihat. Tetapi mana mungkin? Mustahil seorang celebrity sepertinya
memiliki pacar yang buta.”
“Kenapa berkata seperti itu? Bukankah itu terdengar berlebihan?”
“Wah, kelihatannya Besty tersentuh? Iba ya padaku? Hehe...”
“Hehe? Kau mencoba bercanda denganku di saat seperti ini?”
“Memangnya apa lagi yang bisa kulakukan?”
“Ya, ya, ya. Terserah padamu. Percuma saja menceritakan kejadian
memalukan hari ini padamu. Kau tidak akan mengerti.”
“Kau meragukanku karena aku tidak bisa melihat sesuatu yang kau
sebut sebagai ekspresi di wajahmu karena aku buta?”
“Duuh... Renny. Kenapa dari tadi kau hanya membahas buta, buta, dan
buta?! Apa tidak bisa kau pura-pura saja bisa melihat?!”
“Iya, iya. Aku minta maaf. Kalau begitu, apakah kita perlu
melancarkan rencana lain?”
“Kau punya rencana lain? Apa itu?”
“Aku juga masih memikirkannya.”
“Kukira sudah ada. Aaaahhh... apa hanya aku satu-satunya yang
mengalami nasib seperti ini?! Eric bilang jika saatnya tiba maka dia akan
memperkenalkanku di depan publik termasuk di hadapan penggemar-penggemarnya.
Hingga saat itu, maka aku harus tetap tenang dan diam. Tapi apakah aku harus
tetap percaya padanya? Ini membuatku frustrasi!”
“Renna! Aku mendengar suaramu. Apa yang sedang kau lakukan bersama
Besty?”
“Wah, ada apa lagi??”
“Aduh, sayang. Renny yang asli sudah datang.”
“Apa??!! Jadi...”
“Hahaha... Maaf ya, Best. Aku mengerjaimu. Tenanglah, dari tadi aku
sudah melihat bagaimana ekspresi wajahmu yang memendam marah.”
“Renna?! Jadi, kau pura-pura buta? Ah, dasar! Aku dipermainkan oleh
manusia kembar seperti kalian!”
“Tapi apakah benar-benar memalukan Best menjadi mata-mata tapi
harus pura-pura buta? Lalu tadi, apa di balik maksud perkataanmu ‘apa tidak
bisa kau pura-pura saja bisa melihat?’”
“Apa? Apa yang baru saja dikatakan oleh Renna, Best?”
“E..e.. itu bukan apa-apa, Renny. Sekarang aku hanya merasa paling
menyedihkan. Aku jadi berpikir seandainya aku adalah dirimu maka setidaknya aku
sedikit lega. Seperti yang dikatakan
Renna ketika berpura-pura menjadi dirimu.”
“Apa? Apa yang telah dikatakan oleh Renna, Best?”
“Jika Eric tiba-tiba ingin mencari gadis lain atau tidak, maka aku
tidak akan tahu karena aku tidak bisa melihat. Aku pun mungkin akan lebih tidak
percaya padanya meskipun dia pacarku. Namun seandainya itu betul-betul terjadi,
maka satu hal yang melegakan adalah aku tidak bisa melihatnya. Dengan begitu,
alasanku untuk bersedih sedikit berkurang. Bukankah begitu?”
“Jadi maksudnya bahwa kau ingin menjadi buta sepertiku?”
“Aku kan hanya bilang seandainya, Renny. Eemm... tetapi
menurutku aku benar juga jika itu memang terjadi sungguhan.”
“Kau dengar kan Ren? Besty sepertinya ingin sepertimu. Buta.
Wah, bagaimana jika seperti ini? Tadi ketika aku berpura-pura jadi dirimu,
Besty mengatakan apa tidak bisa aku berpura-pura saja bisa melihat. Lalu baru
saja dia mengatakannya sendiri padamu. Jadi mulai sekarang begini, apakah
sebaiknya Besty berpura-pura buta dan kau berpura-pura bisa melihat?”
“Hei, apa yang sedang kau bicarakan? Tidakkah kau menyadari kalimat
terakhirmu sedikit mengganggu telingaku?”
“Ah iya! Maaf, saudaraku. Mana bisa kau berpura-pura bisa melihat
sementara kau buta sungguhan? Tapi bagaimana lagi? Besty yang mengatakannya
lebih dulu.”
“E...e..kenapa kalian jadi seperti itu? Tidak, Renny. Bukan seperti
itu maksudku...”
“Tidak apa-apa, Best. Hanya saja jika Renna yang mengatakannya
memang terdengar tidak baik. Lupakan saja. Lagipula aku juga ikut menyarankan
ide jadi mata-mata sebagai orang buta. Oh iya, bagaimana dengan hari ini?”
“Rasanya aku harus menyerah pada rencana menjadi mata-mata. Itu tidak
menyenangkan, Ren.”
“Begitu? Lalu apa kau mungkin punya rencana lain?”
“Aku juga tidak tahu. Aku tidak bisa memikirkan apapun. Memang
benar aku tidak mudah percaya pada Eric. Tapi aku juga tidak bisa melakukan
apa-apa. Aku harus bagaimana? Terlebih aku ingat wajah Eric yang tersenyum
ketika berfoto bersama fans-fansnya. Bagaimana bisa dia kelihatan senang
seperti itu??”
“Tidak ada pilihan lain, Best. Kau bilang tidak tahan berdiam diri.
Tetap saja pada rencana itu. Bukankah begitu?”
“Kurasa Renna benar, Best.”
“Begitu ya? Tapi bagaimana kalau tidak perlu pura-pura buta saat
jadi mata-mata?”
●●●
“Semangat! Jika kau masih
bertahan terhadap apa yang kau lakukan, maka akan kupertimbangkan namamu.”
“Apa maksudmu, Renna?”
“Kau yang terbaik. Oke? Kupikir itu yang aku pahami dari
arti namamu.”
“Haha! Renna benar juga, Best. Aku setuju dengannya.”
“Ya, baiklah. Aku senang mendengarnya. Kalau begitu aku pergi dulu
ya. Aku rasa ini lebih baik. Tanpa tongkat. Tanpa pura-pura menjadi buta. Hanya
kacamata yang tersisa.” Besty memasang kacamata dengan rencana yang berbeda
dari sebelumnya. Dia meninggalkan kafe ‘coklat chox’ dan teman kembarnya.
“Kita juga harus pergi, Ren!”
“Iya, Ren.”
●●●
“Lautan manusia macam apa lagi ini? Waaahhh.......aku bahkan tidak
bisa melihat apapun!” Besty merasa dia berdiri masih di sekitar tepian
penonton, tetapi menjengkelkannya minta ampun.
“AAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!”
“Oh God!! KUPINGKU!!”
“Hei, jika tidak nyaman lebih baik kau menyingkir saja dari sini!”
Gadis remaja di sebelah Besty yang mungkin peka mendengar gerutuan singkat
Besty, menegurnya.
“Apa??” Besty menatap marah gadis itu. Tersinggung juga dia
disemprot mendadak dengan kalimat yang memakan hati. “ADUHH!!! Apa lagi
sekarang??!!”
“Eh, maaf, Kak. Aku ingin melihat Eric lebih dekat. Tidak kelihatan
karena ini terlalu berdesakan.” Berikutnya adalah seorang bocah perempuan yang
tiba-tiba berjejal ingin membaur ke dalam kerumunan hingga menyenggol keras tubuh
Besty nyaris tersungkur. “Oh iya aku hampir lupa. Seseorang memberiku ini.
Untukmu, Kak.” Besty disodori lipatan kertas oleh gadis itu.
“Apa? Setelah menyenggolku dan tidak meminta maaf sekarang kau
memberiku kertas?”
“Cepat ambil, aku mau ke depan!”
Besty menuruti perintah bocah itu. “Dasar! Meskipun dia idolamu
tapi apa tidak bisa kau memanggilnya dengan sedikit ‘kak’? Kau tahu? Eric lebih
tua darimu. Setidaknya kau harus menghormatinya.”
“Ah! Terserah Kakak!!” Bocah itu lalu semakin menggila dengan
mendesak penonton di depannya.
“Kuat juga dia!” Besty akhirnya mencoba meminggirkan diri. “Lagipula
dari personil lainnya apakah memang hanya Eric yang paling populer? Kenapa dia
juga menyukai Eric??” Besty beranjak membuka lipatan kertas itu dan membacanya.
To: Besty
Apakah kau pacar Eric? Aku dan atas nama saudaraku, ijinkan kami
memperkenalkan diri. Kami berdua adalah Duo Oksipitalist. Saudara kembarku
sangat menyukai istilah itu. Ketika terpikir olehnya menambahkan huruf ‘t’ di
akhir kata itu, dia senang karena terdengar tidak berbeda dengan seorang
pianist dan cellist.
Langsung saja. Mungkin kau bisa melihat dengan kedua matamu apapun
yang ingin kau lihat di dunia ini. Tapi barangkali menurutku otakmu terlalu
bodoh hingga bisa dipermainkan. Kau tahu, saraf di lobus oksipitalismu yang
jadi pusat penglihatan kurasa tidak bekerja sempurna untuk otakmu sehingga kau
kesulitan melihat dan menyadari dua orang kembar di hadapanmu yang sebenarnya
telah memperdayamu.
Apa yang telah dilakukan oleh seorang pacar Eric? Ternyata dia menurutiku
dan saudaraku untuk melakukan tindakan yang sangat lucu bahkan hingga sangat
menghibur? Kurasa aku puas sekarang.
Maaf ya. Untuk berusaha mencari informasi seputar gosip tentang pacar
Eric. Ternyata itu kau. Kau benar-benar ada dan aku telah bertemu denganmu. Ternyata
dunia memang sempit ya? Sedikit sekat antara ketidakpercayaan, pura-pura,
kebodohan, atau bahkan keluguan. Bagaimana menurutmu?
Maaf ya. Untuk telah bermain-main denganmu sebentar. Tapi terima
kasih, karena ini sangat menyenangkan.
Oh iya! Tidak ada yang salah kan dengan fans Eric
yang buta seperti saudaraku Renna?? Aku rasa kau tidak akan keberatan.
From: Renny,
saudara kembar Renna_Duo Oksipitalist_Eric Fans
“APA??!! Apa ini?? Mereka berdua???? Ini?? Renny? Tapi...bukankah Renny
tidak bisa melihat? Bagaimana dia bisa menulis ini???!!! Mana yang benar?
RENNA??! RENNY??! ERIC FANS?!”
●●●
16/07/13/14.15.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar