Senin, 02 Juni 2014

──DUO OKSIPITALIST───

Tongkat meraba-raba segala yang bergesekan dengannya sebagai pesuruh tangan Besty. “Mereka berdua membuatku gila dengan tindakan memalukan ini!” Besty merasa jujur tidak cukup tahan dengan apa yang tengah dilakukan. Selanjutnya dia berpikir, apakah dia terlalu polos atau karena memang dia bodoh? Besty sebenarnya bisa berpikir seperti itu. Tetapi kemudian dengan yang dilakukannya? Apa namanya jika bukan kekonyolan? Kekanak-kanakan? Ataukah benar seperti yang terakhir dikatakannya? Memalukan?
“ERIC...ERIC...ERIC.....!!!”
Whoa....jumlah mereka lebih banyak dari yang sebelumnya!” Besty menarik agak ke bawah kacamatanya. “Tanda tangan?? Ya, baiklah. Lalu.... itu... berfoto dengannya? Oke, aku mengerti. Tunggu dulu! Wah, wah, wah!!! Tapi apa itu? Mana boleh seperti itu?? Wah, apakah bodyguard itu makan gaji buta? Bagaimana bisa membiarkan mereka menempel-nempelkan diri pada pacarku? Lalu... Eric? Wajah apa yang dipasangnya dengan senyuman itu?! Wah! Wah! Wah! Tidak bisa dibiarkan!!!” Besty menyeret lebih cepat kakinya.
“ADUHH!!!” Tongkat Besty terpental karena seorang wanita yang terburu-buru berlawanan arah jalan menabraknya.
“Maafkan aku. Maaf, aku tidak sengaja.”
“Seharusnya Anda berhati-hati! Jika Anda begitu, maka Anda tidak akan pernah mengatakannya.”
“Maaf, maafkan aku.” Wanita itu mencoba menyambar tongkat yang dia rasa telah terjatuh karenanya. “Ini milik Anda? Maafkan aku. Seharusnya aku lebih berhati-hati.” Lalu dia berikan tongkat Besty. “Apa Anda ingin aku mengantarkan Anda ke suatu tempat?”
“Tidak. Sepertinya ini terjadi karena sesuatu yang mendesak. Jadi tidak perlu.” Besty memilih tidak jadi melakukan apa yang tadinya ingin dia lakukan. “Oh iya. Lain kali Anda harus melihat apakah ada orang buta di sekitar Anda berjalan!”
●●●
Di kafe ‘coklat chox’, Besty janji bertemu dengan temannya.
 “Renny, Renny. Andaikan kau bisa melihatku, maka kau akan tahu bagaimana ekspresi menyedihkan dari wajahku. Gara-gara semua fans genit itu!”
“Apa perlunya? Terdengar tidak penting!”
“Jadi menurutmu tidak penting melihatku?! Kau pikir karena ide siapa aku seperti ini?”
“Tidak tahan ya melakukannya?”
“Apakah aku harus menjawab??? Tidak bisakah kau melihat...eh, maaf. Tidak bisakah kau mendengar kata-kataku?! Bukankah aku terdengar payah?!”
“Padahal setahuku ini baru yang kedua kali.”
“Kedua kali saja terasa menguntungkan bagiku karena Eric masih jumpa fans di kota ini meskipun tempatnya berbeda. Kalau tidak? Selesailah aku.”
“Salahmu sendiri mau saja jadi pacar personil boyband seperti dia! Apa kau percaya bahwa dia tidak akan menyembunyikanmu selamanya?”
“Tapi aku tidak tahan berdiam diri terus. Bagaimana jika dia berniat menghianatiku? Jangan-jangan dia menemukan gadis lain, Ren? Anggota girlband yang pernah sepanggung dengannya mungkin? Atau seorang aktris?”
“Dari kata-katamu terdengar kau tidak mempercayainya, Best. Kenapa kau tidak memutuskan dia saja?”
Whoa! Apa yang kau katakan? Keterlaluan. Apa ini yang dikatakan oleh orang yang berniat membantuku?”
“Jika aku di posisimu, aku mungkin mudah bagi seorang Eric. Dia ingin mencari gadis lain atau tidak aku tidak akan tahu. Mungkin aku pun akan lebih tidak percaya kepadanya dibandingkan denganmu. Kenapa? Karena aku tidak bisa melihat. Tetapi mana mungkin? Mustahil seorang celebrity sepertinya memiliki pacar yang buta.”
“Kenapa berkata seperti itu? Bukankah itu terdengar berlebihan?”
“Wah, kelihatannya Besty tersentuh? Iba ya padaku? Hehe...”
“Hehe? Kau mencoba bercanda denganku di saat seperti ini?”
“Memangnya apa lagi yang bisa kulakukan?”
“Ya, ya, ya. Terserah padamu. Percuma saja menceritakan kejadian memalukan hari ini padamu. Kau tidak akan mengerti.”
“Kau meragukanku karena aku tidak bisa melihat sesuatu yang kau sebut sebagai ekspresi di wajahmu karena aku buta?”
“Duuh... Renny. Kenapa dari tadi kau hanya membahas buta, buta, dan buta?! Apa tidak bisa kau pura-pura saja bisa melihat?!”
“Iya, iya. Aku minta maaf. Kalau begitu, apakah kita perlu melancarkan rencana lain?”
“Kau punya rencana lain? Apa itu?”
“Aku juga masih memikirkannya.”
“Kukira sudah ada. Aaaahhh... apa hanya aku satu-satunya yang mengalami nasib seperti ini?! Eric bilang jika saatnya tiba maka dia akan memperkenalkanku di depan publik termasuk di hadapan penggemar-penggemarnya. Hingga saat itu, maka aku harus tetap tenang dan diam. Tapi apakah aku harus tetap percaya padanya? Ini membuatku frustrasi!”
“Renna! Aku mendengar suaramu. Apa yang sedang kau lakukan bersama Besty?”
“Wah, ada apa lagi??”
“Aduh, sayang. Renny yang asli sudah datang.”
“Apa??!! Jadi...”
“Hahaha... Maaf ya, Best. Aku mengerjaimu. Tenanglah, dari tadi aku sudah melihat bagaimana ekspresi wajahmu yang memendam marah.”
“Renna?! Jadi, kau pura-pura buta? Ah, dasar! Aku dipermainkan oleh manusia kembar seperti kalian!”
“Tapi apakah benar-benar memalukan Best menjadi mata-mata tapi harus pura-pura buta? Lalu tadi, apa di balik maksud perkataanmu ‘apa tidak bisa kau pura-pura saja bisa melihat?’”
“Apa? Apa yang baru saja dikatakan oleh Renna, Best?”
“E..e.. itu bukan apa-apa, Renny. Sekarang aku hanya merasa paling menyedihkan. Aku jadi berpikir seandainya aku adalah dirimu maka setidaknya aku sedikit  lega. Seperti yang dikatakan Renna ketika berpura-pura menjadi dirimu.”
“Apa? Apa yang telah dikatakan oleh Renna, Best?”
“Jika Eric tiba-tiba ingin mencari gadis lain atau tidak, maka aku tidak akan tahu karena aku tidak bisa melihat. Aku pun mungkin akan lebih tidak percaya padanya meskipun dia pacarku. Namun seandainya itu betul-betul terjadi, maka satu hal yang melegakan adalah aku tidak bisa melihatnya. Dengan begitu, alasanku untuk bersedih sedikit berkurang. Bukankah begitu?”
“Jadi maksudnya bahwa kau ingin menjadi buta sepertiku?”
“Aku kan hanya bilang seandainya, Renny. Eemm... tetapi menurutku aku benar juga jika itu memang terjadi sungguhan.”   
“Kau dengar kan Ren? Besty sepertinya ingin sepertimu. Buta. Wah, bagaimana jika seperti ini? Tadi ketika aku berpura-pura jadi dirimu, Besty mengatakan apa tidak bisa aku berpura-pura saja bisa melihat. Lalu baru saja dia mengatakannya sendiri padamu. Jadi mulai sekarang begini, apakah sebaiknya Besty berpura-pura buta dan kau berpura-pura bisa melihat?”
“Hei, apa yang sedang kau bicarakan? Tidakkah kau menyadari kalimat terakhirmu sedikit mengganggu telingaku?”
“Ah iya! Maaf, saudaraku. Mana bisa kau berpura-pura bisa melihat sementara kau buta sungguhan? Tapi bagaimana lagi? Besty yang mengatakannya lebih dulu.”
“E...e..kenapa kalian jadi seperti itu? Tidak, Renny. Bukan seperti itu maksudku...”
“Tidak apa-apa, Best. Hanya saja jika Renna yang mengatakannya memang terdengar tidak baik. Lupakan saja. Lagipula aku juga ikut menyarankan ide jadi mata-mata sebagai orang buta. Oh iya, bagaimana dengan hari ini?”
“Rasanya aku harus menyerah pada rencana menjadi mata-mata. Itu tidak menyenangkan, Ren.”
“Begitu? Lalu apa kau mungkin punya rencana lain?”
“Aku juga tidak tahu. Aku tidak bisa memikirkan apapun. Memang benar aku tidak mudah percaya pada Eric. Tapi aku juga tidak bisa melakukan apa-apa. Aku harus bagaimana? Terlebih aku ingat wajah Eric yang tersenyum ketika berfoto bersama fans-fansnya. Bagaimana bisa dia kelihatan senang seperti itu??”
“Tidak ada pilihan lain, Best. Kau bilang tidak tahan berdiam diri. Tetap saja pada rencana itu. Bukankah begitu?”
“Kurasa Renna benar, Best.”
“Begitu ya? Tapi bagaimana kalau tidak perlu pura-pura buta saat jadi mata-mata?”
●●●
 “Semangat! Jika kau masih bertahan terhadap apa yang kau lakukan, maka akan kupertimbangkan namamu.”
“Apa maksudmu, Renna?”
“Kau yang terbaik. Oke? Kupikir itu yang aku pahami dari arti namamu.”
“Haha! Renna benar juga, Best. Aku setuju dengannya.”
“Ya, baiklah. Aku senang mendengarnya. Kalau begitu aku pergi dulu ya. Aku rasa ini lebih baik. Tanpa tongkat. Tanpa pura-pura menjadi buta. Hanya kacamata yang tersisa.” Besty memasang kacamata dengan rencana yang berbeda dari sebelumnya. Dia meninggalkan kafe ‘coklat chox’ dan teman kembarnya.
“Kita juga harus pergi, Ren!”
“Iya, Ren.”
●●●
“Lautan manusia macam apa lagi ini? Waaahhh.......aku bahkan tidak bisa melihat apapun!” Besty merasa dia berdiri masih di sekitar tepian penonton, tetapi menjengkelkannya minta ampun.
“AAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!!!!!”
Oh God!! KUPINGKU!!”
“Hei, jika tidak nyaman lebih baik kau menyingkir saja dari sini!” Gadis remaja di sebelah Besty yang mungkin peka mendengar gerutuan singkat Besty, menegurnya.
“Apa??” Besty menatap marah gadis itu. Tersinggung juga dia disemprot mendadak dengan kalimat yang memakan hati. “ADUHH!!! Apa lagi sekarang??!!”
“Eh, maaf, Kak. Aku ingin melihat Eric lebih dekat. Tidak kelihatan karena ini terlalu berdesakan.” Berikutnya adalah seorang bocah perempuan yang tiba-tiba berjejal ingin membaur ke dalam kerumunan hingga menyenggol keras tubuh Besty nyaris tersungkur. “Oh iya aku hampir lupa. Seseorang memberiku ini. Untukmu, Kak.” Besty disodori lipatan kertas oleh gadis itu.
“Apa? Setelah menyenggolku dan tidak meminta maaf sekarang kau memberiku kertas?”
“Cepat ambil, aku mau ke depan!”
Besty menuruti perintah bocah itu. “Dasar! Meskipun dia idolamu tapi apa tidak bisa kau memanggilnya dengan sedikit ‘kak’? Kau tahu? Eric lebih tua darimu. Setidaknya kau harus menghormatinya.”
“Ah! Terserah Kakak!!” Bocah itu lalu semakin menggila dengan mendesak penonton di depannya.
“Kuat juga dia!” Besty akhirnya mencoba meminggirkan diri. “Lagipula dari personil lainnya apakah memang hanya Eric yang paling populer? Kenapa dia juga menyukai Eric??” Besty beranjak membuka lipatan kertas itu dan membacanya.
To: Besty
Apakah kau pacar Eric? Aku dan atas nama saudaraku, ijinkan kami memperkenalkan diri. Kami berdua adalah Duo Oksipitalist. Saudara kembarku sangat menyukai istilah itu. Ketika terpikir olehnya menambahkan huruf ‘t’ di akhir kata itu, dia senang karena terdengar tidak berbeda dengan seorang pianist dan cellist.
Langsung saja. Mungkin kau bisa melihat dengan kedua matamu apapun yang ingin kau lihat di dunia ini. Tapi barangkali menurutku otakmu terlalu bodoh hingga bisa dipermainkan. Kau tahu, saraf di lobus oksipitalismu yang jadi pusat penglihatan kurasa tidak bekerja sempurna untuk otakmu sehingga kau kesulitan melihat dan menyadari dua orang kembar di hadapanmu yang sebenarnya telah memperdayamu.
Apa yang telah dilakukan oleh seorang pacar Eric? Ternyata dia menurutiku dan saudaraku untuk melakukan tindakan yang sangat lucu bahkan hingga sangat menghibur? Kurasa aku puas sekarang.
Maaf ya. Untuk berusaha mencari informasi seputar gosip tentang pacar Eric. Ternyata itu kau. Kau benar-benar ada dan aku telah bertemu denganmu. Ternyata dunia memang sempit ya? Sedikit sekat antara ketidakpercayaan, pura-pura, kebodohan, atau bahkan keluguan. Bagaimana menurutmu?
Maaf ya. Untuk telah bermain-main denganmu sebentar. Tapi terima kasih, karena ini sangat menyenangkan.
Oh iya! Tidak ada yang salah kan dengan fans Eric yang buta seperti saudaraku Renna?? Aku rasa kau tidak akan keberatan.
From: Renny, saudara kembar Renna_Duo Oksipitalist_Eric Fans
“APA??!! Apa ini?? Mereka berdua???? Ini?? Renny? Tapi...bukankah Renny tidak bisa melihat? Bagaimana dia bisa menulis ini???!!! Mana yang benar? RENNA??! RENNY??! ERIC FANS?!
●●●
16/07/13/14.15.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar